5 Cara Menipu Kiper Saat Tendangan Penalti

5 Cara menipu kiper saat tendangan penalti pasti sesuatu yang dicari para striker atau pemain kunci dalam permainan sepakbola. Setiap permainan tentunya memiliki sebuah aturan masing-masing, begitu juga dengan permainan sepakbola dimana kita tidak boleh melakukan aksi yang keras. Bukan hanya fisik saja tapi sopan santun dalam pertandingan juga harus di jaga, karena hal itu bisa membuat pemain di usir dari lapangan. Dan hukuman yang paling tidak di inginkan sebuah tim adalah tendangan penalti, dimana dalam hal ini 99% bisa berbuah gol. Bagi lawan hal ini menjadi kabar gembira, tapi kalau tidak mengetahui trik curang menipu kiper saat penalti maka kesempatan tersebut akan terbuang sia-sia.

Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan membahas bagaimana cara menendang penalti yang benar. Menyinggung sedikit penyebab terjadinya penalti bisa di akibatkan melanggar pemain lawan di dalam kotak 12 pass, atau bola mengenai tangan. Karena memang pada dasarnya sepakbola merupakan permainan kaki, jadi bola tidak boleh menyentuh tangan apalagi di daerah terlarang yang bisa mengakibatkan tendangan penalti. Bagi anda yang sering jadi eksekutor tendangan anda harus menyimak pembahasan trik tendangan penalti yang akan kami sampaikan di bawah ini.

1. Jangan melihat ke arah mana bola akan di tendang, karena hal ini menjadi salah satu kesalahan paling fatal. Dengan kita melihatnya maka kiper akan siap untuk menghalau tendangan kita, karena salah satu antisipasi kiper dalam tendangan penalti adalah mengamati bagian wajah dari eksekutor. Untuk itu anda perlu menghindari hal ini, memang banyak orang menggunakan ini sebagai tipuan untuk kiper, dimana kita akan menendang ke arah sebaliknya. Hal itu terbilang cukup ampuh untuk menipu seorang kiper pada saat tendangan penalti.

menipu kiper saat penalti

2. Tapi jika anda tidak bisa melakukan trik ini, cara menipu kiper pada saat tendangan penalti selanjutnya adalah dengan memusatkan pandangan kita ke bola. Jadi anda tidak perlu melihat sekeliling anda, cukup fokuskan pikiran anda ke bola yang akan di tendang. Selain itu hindari kontak mata dengan kiper lawan, karena biasanya seorang kiper akan melakukan berbagai macam cara untuk menghancurkan konsentrasi pemain.

3. Cara selanjutnya adalah dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Karena orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi bisa memannfaatkan kesempatan secara maksimal. Selain itu anda tidak perlu mempedulikan orang banyak, dan pada saat anda mau melakukan tendangan sebaiknya kaki anda terbuka lebar. Karena dengan begitu kiper akan bingung untuk menebak ke arah bola akan di tangkap.

Baca Artikel lainnya : cara mudah meningkatkan body balance

4. Tendangan akan di lakukan setelah peluit wasit berbunyi, nah pada saat itu pada langkah pertama anda harus melangkah dengan mantap. Kemudian setelah beberapa langkah berhenti sejenak, hal itu bisa mengakibatkan kosentrasi kiper akan buyar. Dan jika anda beruntung maka kiper akan bergerak terlebih dahulu, hal itu bisa membantu anda untuk menceploskan bola ke dalam gawang dengan arah yang berlawanan kiper.

5. Cara melakukan tendangan penalti Yang terakhir adalah dengan memasukan bola tepat di tengah gawang, kita tidak perlu mencari sudut yang susah untuk di lakukan. Anda cukup mengarahkannya ke tengah gawang, karena cara ini terbilang cukup sukses dan berhasil. Karena biasanya seorang kiper tidak akan menduga bola yang kita tendang tepat di tengah.

untuk mendukung trik diatas, Pelajari juga :

Nah, itulah beberapa cara menipu kiper pada saat tendangan penalti yang bisa anda terapkan dalam pertandingan. Dan kunci sukses dari cara tersebut adalah memiliki tingkat kosentrasi yang tinggi dan ketenangan dalam mengesekusinya. jika anda berhasil menguasainya tentu julukan penendang penalti yang tak pernah gagal akan disematkan kepada anda.

dan dibawah ini merupakan video youtube yang menunjukkan beberapa variasi tendangan penalti penuh intrik yang dilakukan para pemain pro:

triksepakbola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *